Dibranding.ID Lampung Tengah — Kampung Sidomulyo, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, memberikan klarifikasi terkait kunjungan sejumlah awak media pada 9 Desember 2025 serta munculnya tuduhan bahwa pembangunan di kampung tersebut tidak memenuhi standar.
Kronologi yang dihimpun dari perangkat kampung menyebutkan bahwa sekelompok awak media datang ke Balai Kampung Sidomulyo dan langsung mengambil foto-foto kantor serta bangunan kampung tanpa pemberitahuan maupun penjelasan awal.
Setelah itu, para awak media menanyakan keberadaan Kepala Kampung (Kakam). Namun saat itu, Kepala Kampung Sidomulyo sedang menunaikan ibadah Umroh, sehingga tidak dapat ditemui. Perangkat kampung kemudian mengarahkan wartawan kepada Ibu Hanik, Carik Kampung Sidomulyo yang sekaligus bertugas sebagai wakil Kakam selama beliau berada di luar negeri.
Menurut penjelasan Ibu Hanik, awak media menyampaikan maksud kedatangan mereka, yaitu ingin mengakses data dan kegiatan kampung dari tahun 2023 hingga 2025. Namun permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi karena dokumen administrasi hanya boleh diserahkan dengan izin resmi dari Kepala Kampung.
Situasi menjadi tidak kondusif ketika salah satu awak media, diketahui mengeluarkan pernyataan bernada ancaman bahwa mereka akan memuat berita-berita yang mereka peroleh, termasuk tuduhan bahwa pembangunan di Kampung Sidomulyo tidak memenuhi standar teknis. Tuduhan tersebut disampaikan tanpa disertai bukti, data teknis, atau dokumen pendukung.
PihakKampung Sidomulyo menyayangkan sikap tersebut. Mereka menilai tindakan para awak media tidak mengedepankan adab ketika memasuki area kantor pemerintahan.
“Seharusnya pihak awak media tidak terlalu sembrono masuk ke wilayah kantor Kampung Sidomulyo. Ada adab dan etika yang harus dijalankan seperti manusia pada umumnya, terlebih ketika berhubungan dengan instansi resmi,” tegas perangkat kampung.
Kampung Sidomulyo menegaskan bahwa seluruh kegiatan pembangunan di kampung mengikuti prosedur yang berlaku, dan semua dokumen dapat diverifikasi apabila diminta melalui mekanisme resmi. Pihak kampung juga berharap agar media tetap menjunjung etika jurnalistik, keseimbangan informasi, dan berbasis data, bukan tekanan verbal.
Kampung Sidomulyo menyampaikan bahwa klarifikasi lebih lengkap akan diberikan setelah Kepala Kampung kembali dari ibadah Umroh. Red
