Dibranding.id, Metro — Di tengah parahnya serangan hama tikus yang melanda lahan pertanian di berbagai wilayah, khususnya Provinsi Lampung, sebuah produk pengusir tikus karya anak bangsa bernama “Go Paijo Go” kini mulai memasuki tahap produksi massal. Produk ini dikembangkan oleh PT. Bumi Daya Sentosa, setelah melalui proses riset yang tidak sebentar.
Berbeda dari alat berbasis gelombang elektronik, Go Paijo Go diformulasikan dari campuran bahan herbal dan bahan aktif yang mudah didapat di dalam negeri. Formulasi ini bukan hasil kerja instan — riset dan pengembangannya telah berjalan sejak tahun 2017, sebelum akhirnya diputuskan untuk diproduksi secara massal dan diperkenalkan ke publik di tengah eskalasi serangan tikus yang dirasakan petani belakangan ini.
“Riset produk ini kami mulai sejak 2017, jauh sebelum serangan tikus separah sekarang. Kami sengaja tidak buru-buru melepas produk ke pasar karena ingin memastikan formulanya benar-benar efektif dan aman digunakan di lahan pertanian. Momentum kemunculannya sekarang ini karena kondisi di lapangan, khususnya di Lampung, sudah cukup mendesak,” ujar perwakilan PT. Bumi Daya Sentosa.
Teknologi Katalisasi dan Soluble Liquid
Menurut PT. Bumi Daya Sentosa, keunikan Go Paijo Go terletak pada metode formulasinya yang menggabungkan bahan berbasis minyak dengan bahan berbasis air, dua komponen yang secara alami sulit menyatu. Perusahaan mengklaim tantangan ini berhasil diatasi lewat proses katalisasi dan teknologi soluble liquid, sehingga bahan aktif dan minyak herbal dapat bercampur stabil dalam satu larutan.
“Prinsipnya memang minyak dan air itu sulit menyatu secara alami. Tapi dengan proses katalisasi dan formulasi soluble liquid yang kami kembangkan, dua bahan ini bisa kami satukan dalam satu larutan yang stabil. Ini yang membuat formula kami berbeda dari produk sejenis di pasaran,” jelas perwakilan PT. Bumi Daya Sentosa. Secara ilmiah, pencampuran stabil antara bahan berbasis minyak dan air umumnya dimungkinkan melalui teknik emulsifikasi atau solubilisasi menggunakan bahan pengikat tertentu — sebuah pendekatan yang lazim dipakai dalam industri formulasi cairan.
Selain berfungsi mengusir tikus, PT. Bumi Daya Sentosa mengklaim Go Paijo Go juga dapat membantu mengendalikan serangan jamur serta menekan populasi telur hama lain yang kerap menyerang lahan pertanian secara masif. Klaim manfaat tambahan ini, menurut perusahaan, turut menjadi hasil dari riset formulasi yang sama sejak 2017.
Program Demplotisasi Serentak
Menindaklanjuti keberhasilan uji coba tersebut, Pemerintah Kota Metro bersama Dinas Pertanian setempat berencana meluncurkan program demplotisasi (demonstration plot) secara serentak di seluruh lahan pertanian yang selama ini terdampak serangan hama tikus. Program ini akan menjadikan sejumlah petak sawah sebagai lokasi percontohan pemasangan alat, sebelum nantinya direplikasi ke lahan-lahan lain secara bertahap.
“Program demplotisasi ini penting agar petani bisa melihat langsung hasilnya di lapangan, bukan sekadar mendengar klaim. Kalau terbukti efektif dan diterima petani, kami dorong penggunaannya diperluas ke seluruh kecamatan yang selama ini jadi kantong serangan hama tikus,” kata perwakilan Dinas Pertanian Kota Metro.
Dengan diproduksinya Go Paijo Go secara massal oleh PT. Bumi Daya Sentosa, harga produk ini diharapkan menjadi lebih terjangkau bagi petani skala kecil dan menengah, yang selama ini kerap merugi akibat gagal panen karena serangan tikus. Penggunaan bahan herbal dan bahan aktif lokal juga diklaim membuat produk ini lebih mudah diproduksi secara berkelanjutan di dalam negeri.
Uji Coba di Lima Wilayah, Petani Mengaku Puas
Sebelum masuk tahap produksi massal, Go Paijo Go telah diujicobakan langsung di lahan petani yang tersebar di beberapa titik Provinsi Lampung, meliputi Kota Metro, Lampung Timur, Lampung Tengah, Pringsewu, dan Tanggamus. Wilayah-wilayah ini dipilih karena selama ini dikenal sebagai kantong serangan hama tikus yang cukup parah.
Sejumlah petani yang menjadi bagian dari uji coba mengaku puas dengan hasilnya. Mereka menyebut lahan yang sebelumnya rutin diserang tikus kini relatif aman, bahkan tanda-tanda kehadiran tikus pun jauh berkurang.
“Sejak pakai ini, sudah tidak ada lagi serangan tikus di lahan kami. Jejak tikus yang biasanya wara-wiri di pematang sawah juga sudah tidak kami temukan lagi,” ujar salah satu petani peserta uji coba di Lampung Timur.
Respons serupa juga disampaikan petani dari Pringsewu dan Tanggamus, yang menyebut hasil di lahan mereka tidak jauh berbeda. Keberhasilan uji coba di lima wilayah ini yang kemudian mendorong PT. Bumi Daya Sentosa mempercepat keputusan untuk memproduksi Go Paijo Go secara massal.
Disambut Positif Petani
Sejumlah kelompok tani di Kota Metro menyambut baik rencana ini. Serangan hama tikus selama ini disebut menjadi salah satu penyebab utama turunnya hasil panen padi di beberapa musim tanam terakhir, sehingga kehadiran solusi berbasis inovasi lokal dinilai sangat dibutuhkan.
Pemerintah setempat menargetkan program demplotisasi dapat mulai berjalan pada musim tanam mendatang, dengan melibatkan penyuluh pertanian lapangan untuk mendampingi petani dalam proses pemasangan dan evaluasi alat.
(Redaksi Dibranding.id akan terus memantau perkembangan program ini dan melaporkannya secara berkala.)









Leave a Reply