dibranding.id Metro . Tim Penggali Kubur Kebon Cengkeh terus mencuri perhatian sebagai kelompok relawan yang bekerja dengan semangat pengabdian tinggi tanpa banyak bicara soal penghargaan atau jabatan. Beranggotakan sekitar 30 orang, tim ini dikenal solid, kompak, dan penuh keikhlasan.
Menariknya, mereka tidak menetapkan atau menonjolkan sosok ketua. Bagi mereka, setiap anggota memiliki keahlian masing-masing dan saling membutuhkan satu sama lain. Prinsip kerja tanpa ego ini membuat koordinasi berjalan lancar dan tugas terlaksana dengan cepat saat ada warga yang membutuhkan.
Secara operasional, tim ini memiliki sistem pendanaan yang transparan dan bertanggung jawab. Dana yang dihimpun dari masyarakat digunakan untuk kebutuhan pemakaman, lalu dikembalikan kepada para pemberi bantuan. Jika ada sisa, mereka sepakat menyalurkannya kepada fakir miskin atau warga yang membutuhkan bantuan.
Dari sisi kesiapan alat, mereka juga bisa menjadi contoh. Seluruh perlengkapan pemakaman sudah tersedia secara mandiri, mulai dari cangkul dan peralatan gali lainnya, lampu penerangan, hingga tenda besar. Dengan peralatan lengkap ini, keluarga duka tidak perlu merasa kerepotan saat menghadapi musibah.
Keberadaan tim ini menjadi inspirasi bagi warga Hadimulyo Barat, khususnya di lingkungan Kebon Cengkeh. Semangat gotong royong mereka mencerminkan nilai-nilai kemasyarakatan yang semakin jarang ditemui. Tak heran jika kiprah mereka kini menjadi contoh, bukan hanya untuk warga Kota Metro, tetapi juga masyarakat Lampung secara umum.
